Cerpen Sumber ilustrasi: Unsplash Kisah seorang gadis yang berjuang demi meraih mimpinya, dia selalu bersemangat belajar dan ingin melanjutkan pendikannya hingga mendapat gelar sarjana, hambatan demi hambatan dia lalui dengan sabar dan tawakal, tidak peduli cemooh ataupun gunjingan orang tentang niatnya yang akan melanjutkan kuliah.
Cerpen Kritik; Langkah; Artikel; Kontak; Privacy Policy; Disclaimer; Terms and Conditions
Jadicerpen perjuangan anak untuk ibu ini bukanlah kisah anak durhaka yang menderita kehidupannya tetapi cerita menyentuh hati dan mengharukan tentang perjuangan hidup meraih mimpi untuk ibu bisa memiliki rumah. Dikisah dalam cerpen sedih mengharukan ini, sebuah keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal selalu diusir karena tidak bisa bayar
. Cerpen Karangan Elsa Puspita RonaldKategori Cerpen Anak, Cerpen Nasihat, Cerpen Pendidikan Lolos moderasi pada 9 January 2016 Seperti biasa emak Limbok selalu membuka daun jendela kamar Limbok setiap pukul pagi. Jendela kamar sudah terbuka sejam lalu, namun Limbok masih saja mengeluarkan dengkuran. Kedua kakinya yang besar, padat mengapit guling. Seandainya guling itu makhluk hidup, pastilah sudah lama mati lemas karena dijepit paha Limbok. “Mbok… bangun,” seru Emaknya dari dapur. Tubuh Limbok tak bergeming. “MBOKK…” seru Emaknya yang kedua kali. Kali ini lebih melengking. Tubuh Limbok mulai bergerak. Kalau tadi tubuhnya miring ke kanan dan kedua kakinya mengapit guling kali ini berubah. Ia menggeliat sejenak. Kemudian tubuhnya beralih miring ke kiri. Matanya tetap saja terpejam. Kedua kakinya kembali mengapit gulingnya. Tiba-tiba ada rasa dingin dan benda cair mengalir di pipi kanannya. Srtt… Tangan kanannya secara refleks mengusap pipinya. Serta merta ia membuka matanya. “Air…??” katanya serak. Sambil melap pipinya. Kedua matanya yang masih terkantuk-kantuk itu melihat sosok manusia di depannya. “Molor lagi… BANGUN!!” seru emaknya, “jika kamu enggak bangun, Emak akan siram air ke wajahmu.” “Ini kan libur Mak,” Limbok membela diri. “Libur itu bukan lantas bermalas-malasan.” “Limbok enggak bermalas-malasan Mak, Limbok sedang melakukan perintah Pak guru,” “Hahh.. perintah Pak guru apa itu?” ujar emaknya ingin tahu. “Mimpi yang banyak meraih prestasi.” jawab Limbok sambil kaki kanannya memainkan gulingnya. “Apa itu?” “Begini Mak, dalam libur ini kita diminta Pak guru untuk mimpi meraih prestasi sebanyak-banyaknya.” “Mimpi meraih prestasi, apaan tuh?” “Ya… seperti mimpi menjadi juara kelas, mimpi menjadi sarjana atau mimpi menjadi pengusaha sukses dan masih banyak lagi.” Emaknya mencoba menahan diri. “Lalu Mbok… apa gurumu mengajarmu tiap hari tidur, molor sampai tengah hari untuk dapat menjadi sarjana?” “Enggak sih Mak,” jawab Limbok kalem. “Mimpi itu harus diwujudkan dengan…” “Dengan apa, ayo…” potong emaknya. “sepertinya dengan bee…llla…jarr, rajinnn, dan..” Limbok mulai gemetaran. “Lalu kenapa kamu bangunnya molor melulu,” tanya emaknya yang majahnya mulai tanpak kesal. “Abis Mak, Limbok harus tidur supaya banyak bermimpi.” “Mimpi itu artinya cita-cita Mbok… Itu berarti kita harus belajar yang rajin, bukan tiap hari tidur tiap hari kerjanya tidur seperti kamu ini…” sergah emaknya sambil tangan kanan menjewer telinga Limbok. “Iya.. iya Mak.. aku akan mandi…” seru Limbok. Kali ini Limbok terpaksa bangun atau telinganya akan molor kayak telinga gajah. Sejak saat itu Limbok belajar bahwa mimpi menjadi orang berprestasi itu harus diraup dengan tekun belajar dan disiplin bukan banyak tidur supaya banyak bermimpi. The End Cerpen Karangan Elsa Puspita Ronald Blog Oh ya teman-teman tolong komentar yah. And jangan tiru sifatnya limbok yah jangan banyak tidur supaya banyak bermimpi. Oke hahahaha sampai jumpa. Cerpen Mimpi Meraih Prestasi merupakan cerita pendek karangan Elsa Puspita Ronald, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Suara Bintang Terdengar Hingga ke Jepang Oleh Sigit Pamungkas Perjalanan kisah hidupnya baru di mulai ketika merasakan apa yang dinamakan merantau, pengalaman yang mengenakan, menyedihkan bahkan yang berbuah penyesalan sudah dirasakan secara “kenyang” olehnya. Niat tulus untuk melanjutkan Permata Oleh Ellena Amalia Hari ini aku sangat terkejut, bagaimana tidak mamaku mengadopsi seorang anak seusiaku. Anak itu sangat cantik kulitnya putih, hidungnya kecil, kurus, matanya tajam, aduhh pokoknya cantik banget. Beda banget Makan Coklat Berjamaah Oleh Syarifa Fadhila Pada suatu hari, ada seorang gadis kecil bersama ibunya sedang lari pagi di taman kota. Lalu, mereka melewati sebuah toko coklat besar yang berdiri tak jauh dari tempat mereka Kangen Mudik Oleh Khoirotunnisa Lebaran tahun-tahun lalu Ayah dan keluargaku selalu pergi mudik ke tempat asal Ayahku. Tapi tidak untuk tahun ini. 2 hari menjelang lebaran, hatiku sangat senang dan langsung kupikir perjalanan Sebuah Ladang Misterius Oleh Salmaa. N. H Cantik Namaku Hasna. Di sekolahku. Saat pelajaran tiba, katanya guru bahasa Indonesia akan menceritakan sebuah ladang tak terlihat. Saat Bu guru Sudah selesai menceritakan. “Sebuah cerita tadi. Kita tidak boleh “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Bara RedinataKategori Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Perjuangan, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 27 February 2021 Semua bermula ketika aku dinyatakan berhak mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN oleh sekolahku. Rasa bahagia sekaligus takut mulai menghantui diriku kala itu. Pada saat itu aku merasa begitu bahagia, namun disaat bersamaan sebenarnya ada begitu banyak keraguan yang terlintas di dalam benakku. “apakah sebenarnya aku mampu untuk bersaing dengan mereka?” ucapku kala itu Kesenangan yang tadi aku dapatkan pun perlahan kian berubah menjadi rasa cemas yang berlebihan kala setiap bayangan kegagalan terlintas di pikiranku. Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah berdoa kepada-Nya. Singkat cerita, pengumuman SNMPTN telah di depan mata. Kubuka langsung handphoneku dan aku langsung ke website Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi LTMPT untuk melihat apakah aku lulus atau tidak. Langsung kuklik hasil pengumuman saat itu juga. tapi yang kudapatkan adalah pemberitahuan bahwa website saat itu sedang mengalami masalah dan aku pun disarankan untuk mencobanya beberapa saat kemudian. Beberapa jam kemudian aku coba akses kembali, dan setelah mengulangi selama beberapa kali akhirnya hasilnya pun keluar, dan aku dinyatakan “tidak lolos” SNMPTN. Kegagalanku di SNMPTN sebenarnya cukup berpengaruh pada semangatku. Aku bahkan sebenarnya sempat berpikir untuk memilih berkuliah di universitas swasta saja. Pada saat itu, aku merasa takut dinyatakan gagal untuk kedua kalinya. Tapi, berkat saran teman dan dukungan orangtuaku akhirnya semangat yang tadi sempat padam kini kembali mulai berapi-api lagi. Dan aku coba meyakinkan diriku untuk mau mengikuti SBMPTN. Pandemi covid-19 yang melanda indonesia memaksaku untuk banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Itu menjadi kesempatan yang bagus bagiku untuk mempersiapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer UTBK. Aku pun mulai giat belajar saat itu, aku mulai membahas soal-soal UTBK tahun sebelumnya dan mengulang semua materi pelajaran yang pernah diajarkan di SMA. Hari-H UTBK akhirnya tiba juga, saat itu pilihan jurusan pertamaku jatuh ke jurusan Ilmu Komputer di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara UINSU dan pilihan jurusan keduaku jatuh ke jurusan Akuntansi di Universitas Sumatera Utara USU. Sebelum berangkat ujian aku minta doa ke orangtuaku agar ujianku diberikan kelancaran dalam mengerjakannya. Pada saat ujian berlangsung aku merasa bisa mengerjakan setiap soal ujian dengan lancar. Singkat cerita, pengumuman SBMPTN telah keluar. Aku menantikan dengan cemas. Pada hari itu hasil pengumuman sudah bisa diakses di website LTMPT. Aku belajar dari kejadian sebelumnya, pasti saat itu website LTMPT kelebihan akses, pikirku. Jadi aku putuskan membukanya pada sore hari. Kala itu tibalah saat dimana aku mengecek hasil SBMPTN ku. Dan betapa senangnya aku saat yang muncul di layar handphoneku adalah tulisan “selamat anda lulus”. Aku merasa lega dan merasa perjuanganku selama ini tidak sia-sia. Momen kelulusanku juga bertepatan dengan hari ulang tahun ibuku. Kupersembahkan kelulusanku sebagai hadiah kecil dariku di hari yang spesial bagiku dan juga ibuku. TAMAT Cerpen Karangan Bara Redinata Ig Aku hanyalah manusia biasa yang berharap untuk dapat mengukirkan setiap kisah di hidup ku melalui kata-kata. Cerpen Meraih Mimpi merupakan cerita pendek karangan Bara Redinata, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kebahagiaan Di Ujung Penantian Part 1 Oleh Amalia Sophiah Rusyadi Menanti.. mungkin kata itu yang paling tepat untuk menggambarkan keadaanku sekarang. Banyak orang berkata kalau menanti itu didefinisikan sebagai menunggu hal yang belum pasti. Waktu pun jadi habis karena Jam Enam Oleh Nurul Hikma Saharani Sahra terbangun dari tidurnya dengan perasaan aneh luar biasa. Dunia tiba-tiba terasa hening dan sunyi. Seperti berada di dunia lain. Dilihatnya langit dari jendela kamarnya masih agak gelap. “Bun, Friend’s Foodsteps Oleh Veronica Acnes “Life’s journey is easier when you hear your friends foodsteps beside you.” – Quote Entah apa yang sedang terjadi, tapi aku merasakan angin dengan hawa panas meniup setiap helaian Berangkat Sekolah Oleh Ekhsan Jam udah menunjukkan pukul aku mulai bergegas salat subuh. Lalu aku lanjutkan seperti biasa 2 hari sekali aku ngebersihin tempat wudhu. Jam udah menunjukkan pukul waktunya mandi Ayahku Seorang Kyai Oleh Chairul Sinaga Usiaku masih sekitar 14 tahun, ketika aku pertama kali melihat ayahku marah besar. Bukan, ia bukan marah kepada kami, keluarganya. Tapi, ia mendamprat habis seorang tamu yang sedang berkunjung. “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Uploaded byRinandi 0% found this document useful 0 votes331 views3 pagesOriginal Titlecerpen meraih mimpiCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes331 views3 pagesCerpen Meraih MimpiOriginal Titlecerpen meraih mimpiUploaded byRinandi Full descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ini tentang mimpi, kawan!Tidak ada yang menyangka Putri Ariani mendapat "golden buzzer" dari Simon Cowel di American Got Talent AGT 2023 kemarin. Sekalipun kondisinya terbatas, Putri Ariani mampu mewujudkan mimpinya. Mimpi seorang difabel yang tiap orang bisa berbeda. Lokasi lahir pun boleh di mana saja. Tapi siapapun harus punya mimpi di langit. Seperti mimpi saya untuk lulus kuliah tepat waktu di Prodi Statistika FMIPA Universitas Brawijaya UB, alhamdulillah tercapai sebelum 4 tahun. Saya telah menuntaskan mimpi sederhana, untuk menuntaskan kuliah pada waktunya. Memang benar, semua orang pasti punya mimpi. Semua makhluk-Nya tentu memiliki mimpi-mimpi yang indah. Bukan hanya satu, bahkan sampai berates-ratus impian yang ada di kepala. Begitu banyak mimpi bisa didambakan siapapu. Tapi semuanya bergantung kepada siapa yang memimpikannya. Bukan terletak apa mimpinya? Karena siapapun yang punya mimpi, pastia akan mengejarnay. Selalu bersemangat mewujudkan mimpinya dan menjauhkan diri dari rasa malas. Selalu fokus pada tujuan, sambil membuang jauh sikap negatif. Sadar, bahwa tidak ada mimpi yang dapat diraih dengan cara instan. Sehingga perlu kerja keras dan pantang menyerah untuk menggapai benar, kawan! Untuk siapapun yang punya mimpi. Untuk siapapun yang sudah menaruh mimpi di langit. Jadilah nakhoda terbaik untuk mimpi-mimpi kita sendiri. Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat dan semangat kita yang terlalu rendah untuk melangkah. Oh ya, satu lagi kawan!If you can dream it, you can do it. 'Cause, nothing is impossible with Allah. I know you mimpi kita. Karena tidak ada yang tidak mungkin di mata Allah SWT. Percayalah pada diri sendiri. Percaya atas kemampuan kita untuk meraih mimpi. Dan jangan lupa, sertakan Allah SWT pada setiap langkah kita. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
cerpen tentang perjuangan meraih mimpi